Ramalan Imam Mahdi : Menggegerkan !

Belum satu bulan buku ketiga saya “Ramalan Imam Mahdi : Akankah ia datang pada 2015, sebuah jawaban untuk Jaber Bolushi” terbit. Ternyata sudah dimasukkan dalam 3 buku yang menggegerkan tahun ini.

Hal tersebut disampaikan oleh pengelola situs http://tegakluruskelangit.blogspot.com/2008/08/buku2-yang-bikin-geger.html seperti gambar dibawah ini :

Klik untuk melihat lebih detil

Klik untuk melihat lebih detil

Entah benar atau tidak, namun jika ini memang kenyataannya maka menjadi kabar baik sebab upaya saya untuk membendung klaim-klaim dari Jaber Bolushi akhirnya berhasil. Semuanya adalah kehendak Allah.

Alhamdulillah

3 Karya Fenomenal

Get It Now !

Get It Now !

Dapatkan dan koleksi segera 3 karya fenomenal Armansyah …

Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih : Sebuah Pelurusan Sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus
Sebuah buku yang membahas tuntas buku Dinasti Yesus karya James D. Tabor dan mengetengahkan sejarah terbaru Nabi Isa Al-Masih Putera Maryam. Dua tokoh terhormat didalam kitab suci Al-Qur’an.

Buku yang sarat dengan sejarah dan ilmu-ilmu kristologi.
Pengantar oleh : Masyhud SM (Dewan Pakar FAKTA) dan Mohammad S. Ghasali  (Swaramuslim)

Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminudin hingga Ahmad Musaddiq
Buku yang mengetengahkan investigasi lengkap terhadap klaim kenabian dan kerasulan baru yang dibawa oleh komunitas Ahmadiyah, Lia Eden maupun Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

Sanggahan yang penuh argumentatif sehingga kebatilan dari semua klaim tersebut dapat terlihat jelas.
Pengantar oleh : Abu Deedat Syihab (Ketua umum FAKTA) dan Aris Hardinanto (Pengamat Perbandingan Agama Semitik).

Ramalan Imam Mahdi : Akankah ia datang pada 2015
Buku yang membongkar habis semua kesalahan kalkulasi Jaber Bolushi dalam bukunya yang menghebohkan “Oktober 2015 Imam Mahdi Akan Datang”.

Satu-satunya buku yang memberikan bantahan secara ilmiah berdasar sudut pandang sejarah, komputerisasi dan ilmu pengetahuan lainnya.

Telah Terbit ! Jawaban u/. Jaber Bolushi

Telah Terbit Buku Ramalan Imam Mahdi

Telah Terbit Buku Ramalan Imam Mahdi

Telah terbit, buku jawaban untuk Jaber Bolushi : “Oktober 2015 Imam Mahdi akan datang”, karya terbaru Armansyah, Penulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih : Sebuah Pelurusan Sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus”, “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminudin hingga Ahmad Musaddiq” dengan judulnya “Ramalan Imam Mahdi : Akankah ia datang pada 2015, Sebuah Jawaban untuk Jaber Bolushi”

Penerbit : Serambi, 2008
ISBN: 978-979-024-081-0
303 hal. /HVS
Ukuran: 15 x 23 cm
Terbit: Agustus 2008
Harga: Rp. 49.900,00

Kiamat sudah dekat. Malah ada yang meramal Imam Mahdi, sang juru selamat, akan datang pada Oktober 2015. Benarkah?

Pada zaman yang semakin canggih ini, keyakinan akan hadirnya Imam Mahdi tidak sirna begitu saja. Bahkan mungkin sangat ditunggu. Perkembangan sains membawa tafsir baru yang lebih ilmiah dan terukur untuk menaksir ayat-ayat yang meramalkan kedatangan sang juru selamat. Tak heran belakangan muncul nabi-nabi sekunder hingga sekte-sekte penjemput kiamat. Sebut saja Lia Aminudin, Ahmad Musaddiq, Sakti A Sihite, Sayuti, dan sebagainya. Kita menyaksikan periode sejarah yang sarat dengan ramalan kedatangan Imam Mahdi dan Hari Kiamat.

Teologi apokaliptik merupakan bagian erat dari tradisi agama semitik, yakni Yahudi, Kristen, dan Islam. Teologi itu mewahyukan penyingkapan tabir-tabir kegaiban seputar ramalan, hari kiamat, doomsday, Armageddon, kedatangan Imam Mahdi atau Mesiah.

Sedari awal, agama-agama dalam rumpun Ibrahimi itu hadir dengan kepercayaan yang meniscayakan pembalasan akhir; surga bagi kebaikan dan neraka bagi keburukan. Keyakinan akan datangnya Imam Mahdi sebagai juru selamat dianggap sebagai era mengakhiri kekacauan (chaotik) dengan membawa risalah menggapai era keemasan dan kebenaran paripurna.

Atas dasar ajaran yang terwarisi ini, mahdiisme atau mesianisme bukan sekadar berita Ilahi yang diturunkan ke muka bumi. Akan tetapi, ia kemudian menjadi penggerak dari pelbagai mazhab dan sekte hampir di semua agama Ibrahimi, termasuk Islam.

Konsepsi dan formulasi yang menandai mahdiisme terus berkembang dan menjawab berbagai tantangan di setiap zaman, bahkan dalam riwayatnya yang mensakralkan kekerasan. Di dalam Islam, tradisi Syiah dan Sunni tidak pernah luput dari teologi apokaliptik itu. Klaim keselamatan dan kebenaran pun kerap kali merasuk dan membingkai keimanan, entah ada yang memaknainya untuk menyemai perdamaian di antara umat beragama, ada pula yang memaksakan kehendak pada tafsir yang tunggal.

Di era global yang sudah canggih sekarang ini, teologi apokaliptik tidak sirna begitu saja. Ilmu pengetahuan moderen tidak serta merta menghapus “ketakhayulan” yang meliputi teologi apokaliptik itu.

Perkembangan sains justru membawa tafsir baru yang lebih ilmiah dan terukur dalam epistemologi pengetahuan untuk menaksir ayat-ayat mesianik. Teologi apokaliptik semakin digugat dan dipertanyakan, masa di saat banyak nubuat yang meramalkan kejadian kiamat, bermunculnya nabi-nabi sekunder, sekte-sekte penjemput kiamat, hingga banalitas kejahatan politik global. Umat manusia menyaksikan periode sejarah yang sarat dengan kalkulasi apokaliptik.

Buku ini datang pada saat yang tepat. Setelah memberi jawaban teologis mengenai kemunculan Imam Mahdi dalam tradisi Islam sekaligus Yahudi dan Kristen, buku ini membantah ramalan Jaber Bolushi tentang kiamat 2015. Buku ini menguak manipulasi data, aksi “akrobat ayat”, hitung-hitungan yang problematis, dan inakurasi penghitungan yang dilakukan Bolushi. Polemik dibingkai dalam telusur ilmu pengetahuan yang mudah dicerna dan tidak spekulatif.

Ditulis dengan gaya ulas ringan dan mengalir, buku ini menyajikan untuk kesekian kalinya tegangan antara sains dan agama, yang masih memungkinkan adanya titik temu dalam belantara kemisteriusan Tuhan. Sang penulis yang memiliki silsilah keturunan Nabi (habib) mampu meletakkan ramalan kedatangan Imam Mahdi dalam argumentasi yang proporsional. Selain meluruskan akidah, buku ini kaya data menarik dalam sejarah, sains, dan peramalan.


Isyu kedatangan Imam Mahdi dan tanda-tanda akhir zaman memang menjadi isyu yang memukau banyak pihak. Terutama pihak-pihak yang merasa prihatin dengan keadaan dunia yang dipenuhi kezaliman dan kemunafikan. Harapan-harapan yang dibangun atas nama pencerahan dan kedamaian telah membangkitkan angan-angan melalui berbagai ramalan yang tidak jarang patah ditengah jalan. Tergilas oleh kenyataan yang berkata lain. Gagasan peramalan datangnya ratu adil atau satria piningit yang menjadi juru selamat manusia dengan menggunakan nash-nash keagamaan bukan hanya dominasi dari umat Islam. Kita hanya mewarisinya secara serampangan dari tradisi umat-umat lain yang mengalami penindasan-penindasan dalam sejarah panjang mereka.

Orang berbicara mengenai pembaharuan agama, berbicara tentang pentingnya khilafah Islamiyah dan ada pula orang yang berbicara tentang pengharapannya atas kedatangan Imam Mahdi, messias Islam yang ditunggu-tunggu sejak terzalimnya Ahli Bait Nabi ratusan tahun yang silam.

Kerinduan atas hadirnya Imam Mahdi ditengah umat Islam, tidak jarang membentuk penyelewengan-penyelewengan terhadap nash-nash keagamaan.

Salah satu contohnya adalah perbuatan Jaber Bolushi dalam melakukan ramalan-ramalan berkaitan dengan kejadian yang akan menimpa dunia dimasa depan, berdasarkan perhitungan “hieroglyph numbering” huruf Hijiyah yang disebutnya sebagai Al-Jumal al-Taqlidi dan al-Jumal al-Saghir !

Orang-orang seperti Jaber Bolushi atau Rashad Khalifah telah memilih untuk menggunakan pengetahuan empiris sebagai jembatan populeritas mereka.

Seberapa jauh kebenaran ramalan Jaber Bolushi atau termasuk juga didalamnya Bassam Nahad Jarrar dan Rashad Khalifah menjadi kenyataan ? Biarlah perjalanan waktu yang kelak dengan izin Allah akan membuktikan kepada kita. Akankah kita ikut menjadi saksi tumbangnya kembali ramalan-ramalan pembenaran yang diatas namakan nash-nash suci ?

Tentang penulis:
ARMANSYAH, penulis buku Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih: Sebuah Pelurusan Sejarah dan Jawaban untuk Dinasti Yesus dan Jejak Nabi Palsu: Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminudin hingga Ahmad Musaddiq. Kini dia menetap di kota kelahirannya, Palembang, Sumatera Selatan.

Koleksi segera Buku-buku Armansyah

Koleksi segera Buku-buku Armansyah

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.